Mengoptimalkan Kepemimpinan Diri dalam Meraih Kesuksesan


 

Yusuf menyendiri dan merenungi nasibnya, setelah mendengar kabar bahwa Deni dipromosikan sebagai salah satu supervisor yang memimpin sekitar 10 orang anggota tim penjualan. Yusuf dan Deni merupakan karyawan di bagian penjualan yang memiliki pengalaman sama di bidang penjualan selama 3 tahun di perusahaan ini. Yusuf merasa keahlian dan pengalaman yang dimilikinya tidak jauh berbeda, bahkan lebih unggul dibandingkan dengan Deni. Namun, mengapa manajemen lebih memilih Deni untuk dipromosikan bukan dirinya? Saat ini Yusuf merasa karier dirinya di perusahaan ini sudah berakhir, dan dia juga bingung harus melakukan apa.

Kisah yang dialami oleh yusuf merupakan pengalaman dari banyak karyawan saat ini, yang cenderung menunggu kesuksesan itu datang menghampirinya. Kesuskesan merupakan hal yang perlu diraih dengan usaha, bukan dengan pasrah menunggu kesuksesan itu tiba. Kesuksesan dapat dicapai bila seseorang memiliki kesiapan (usaha) dan adanya kesempatan (momentum). Banyak dari kita tidak menyadari berbagai kesempatan yang ada di sekeliling kita karena belum siap, sehingga kesuskesan pun tertunda. Kita selalu berharap menjadi orang yang ‘lucky’, karena memperoleh kesuksesan walaupun belum siap. Seperti Untung Bebek, yang merupakan salah satu tokoh animasi Disney, yang selalu mendapatkan keberuntungan di situasi apa pun.

Mengoptimalkan kepemimpinan diri (self leadership) merupakan faktor pendorong sekaligus katalis bagi diri dalam meraih kesuksesan yang diinginkan. Mengembangkan kepemimpinan dalam diri merupakan modal dalam menemukan kualitas terbaik diri, sehingga kita dapat ‘menjualnya’ kepada organisasi.  Ada 3 kunci sukses dalam mengembangkan kepemimpinan diri.

Pertama, memiliki kepercayaan diri yang kuat. Setiap individu memiliki mimpi untuk sukses di masa depan. Permasalahan yang muncul adalah seberapa besar kepercayaan diri kita untuk mengelola dan memimpin diri kita sendiri.  Kita sering kali tidak menyadari bahwa kita adalah CEO dari ‘Me, Inc.’, sehingga karier kita berada di tangan sendiri. Kita mampu untuk memiliki profil diri yang berbeda dengan orang lain melalui pengembangan diri. Dengan memiliki kepercayaan diri yang kuat, kita akan mengetahui cara bertindak dengan kekuatan dan kemampuan terbaik. Dengan kepercayaan diri, kita mampu mengatasi potensi risiko dari tindakan kita.

Kedua, memiliki tujuan dan fokus. Bila arah yang hendak dituju tidak pernah ditentukan dengan jelas, maka kita akan lebih sering mendapatkan kegagalan. Tujuan yang jelas dapat membantu kita dalam memfokuskan energi dan usaha yang kita keluarkan. Henry Ford mengatakan, “Jika kita mengalihkan pandangan dari tujuan kita, maka sebuah hambatan akan menjadi hal yang sangat menakutkan.” Tanpa adanya fokus, maka tujuan kita bisa berpindah-pindah berdasarkan ‘mood’. Jika sudah tidak fokus, maka kita akan terombang-ambing dalam ketidakpastian yang mengakibatkan tujuan tidak tercapai.

Ketiga, memiliki rencana dan tindakan. Kita harus memetakan tujuan ke dalam langkah-langkah rencana yang rinci, sehingga dapat divisualisasikan dalam bentuk tindakan yang relevan. Hal ini merupakan bentuk konkret dalam meraih kesuksesan. Theodore Roosevelt mengatakan, “Aku memimpikan orang-orang yang mengambil langkah berikutnya bukan yang mencemaskan ribuan langkah berikutnya.” Rencana yang matang dibuat dengan tidak terburu-buru. kunci penyusunan rencana yang matang adalah adanya kesiapan untuk melaksanakan dan memiliki kemampuan yang sesuai untuk mewujudkannya. Kesuksesan tidak akan pernah menghampiri jika anda masih memiliki cara berpikir NATO (No Action Talk Only) dan selalu cemas memikirkan risikonya tanpa adanya tindakan konkret.

Setiap orang adalah pemimpin, dan semua itu dimulai dari kepemimpinan diri sendiri. Ketika Kita sudah terbiasa memimpin diri dengan cara-cara profesional, maka kita dapat mengatur hidup dengan berkualitas, serta memiliki strategi dan taktik yang tepat. Kepemimpinan diri membangun kemandiran dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini berarti semua perilaku kita terarah dan berfokus pada tujuan, bukan sekedar aksi dan reaksi. Setiap tindakan kita memiliki ukuran yang tepat dan dampak positif terhadap tujuan kita. Kepemimpinan diri yang unggul adalah kekuatan untuk mencapai kesuksesan yang lebih dari sebelumnya.

 

Bayu Setiaji

VP Training Delivery

PT Lutan Edukasi

 


Lainnya :

comments powered by Disqus