PENTINGNYA MEMBANGUN SALES MOTIVATION & ENGAGEMENT


Lydia, seorang direktur pemasaran di perusahaan perbankan terlihat terburu-buru untuk memasuki ruang rapat. Di dalam ruang rapat sudah terdapat manajer pemasaran dan manajer SDM serta beberapa staf SDM. Lydia sendiri yang inisiatif mengadakan rapat karena ia merasakan keresahan akan tingkat turnover tim penjualan yang tinggi di hampir seluruh cabang – cabang Indonesia. Keadaan ini membuat Lydia selaku direktur pemasaran merasa khawatir akan kejadian ini. menurut data dari divisi SDM, kejadian tersebut terkait dengan kurangnya motivasi yang diberikan dari perusahaan terkait pencapaian yang telah dilakukan oleh setiap cabang yang ada di seluruh Indonesia.

Cerita di atas merupakan contoh dari salah satu permasalahan yang timbul terkait dengan motivasi dan engagement dalam sebuah tim penjualan. Tidak sedikit karyawan di organisasi yang demotivasi karena tidak mendapatkan dukungan dari pemimpin di dalam suatu tim untuk mencapai target kinerja yang ditentukan. Untuk memotivasi dan melakukan engagement di dalam suatu tim penjualan, memang merupakan yang mudah untuk dibicarakan namun sulit untuk dilakukan apabila tidak ada komitmen dari perusahaan terkait program motivasi untuk karyawan.

Kata motivasi sendiri berasal dari kata “motif” yang berarti, “alasan untuk seseorang untuk melakukan sesuatu”. Dari pengertian tersebut, penting untuk organisasi memiliki kemampuan memahami apa yang dapat membuat tim penjualan mereka secara individu untuk melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Untuk itu para pemimpin penjualan haruslah memiliki hubungan yang baik dengan tim mereka sehingga dapat memahami ‘motif’ dari masing - masing tim mereka.

Di dalam suatu tim penjualan, seorang pemimpin harus bisa mengetahui cara memotivasi timnya. Ketepatan dalam memberikan motivasi pada setiap anggota tim, akan memberikan manfaat yang baik bagi keberlangsungan anggota tim baik dari kinerja maupun turnover tim. Bentuk motivasi anggota tim ada berbagai cara seperti, memberikan penghargaan dan pengakuan akan pencapaian kinerja anggota tim. Penghargaan bisa diberikan dalam bentuk insentif atau perencanaan karir, tergantung kebijakan dari pemimpin di tim tersebut. Motivasi pada tim penjualan yang baik memiliki kriteria tidak bersifat konstan, kreatif, memiliki unsur surprise dan menyenangkan.  

Salah satu contoh bentuk motivasi tim penjualan dalam bentuk yang kreatif seperti membuat papan kinerja penjualan Anda yang berisi tabel penjualan dan target dengan papan lintasan balapan dari magnet. Masing – masing anggota di wakili oleh satu buah ikon kendaraan, lalu kendaraan mereka dapat maju sesuai dengan pencapaian penjualan mereka. Mereka dapat menganti ikon kendaran mereka dengan ikon kendaraan sport ketika mencapai target tertentu. Bukankah ini lebih menyenangkan?

Setelah membangun program terkait motivasi suatu tim, salah satu hal penting yang perlu dilakukan pemimpin tim yaitu melakukan engagement tim tersebut. Peran pemimpin membangun hubungan yang kuat dengan anggota timnya sangat dibutuhkan untuk dapat meningkatkan komitmen dari tim penjualan yang dipimpin. Karena mayoritas penyebab utama anggota tim tidak loyal adalah “pemimpin” itu sendiri. Oleh karena itu perhatian kecil kepada tim secara individu sangatlah penting untuk dilakukan. Ada empat peristiwa besar yang harus dipahami oleh seorang pemimpin tim yaitu, Peristiwa pernikahan, Peristiwa kelahiran, Peristiwa sakit dan Peristiwa kematian. Keempat peristiwa ini merupakan momen penting dari kehidupan pribadi seseorang yang dapat menciptakan ikatan yang kuat antara pemimpin dan anggota tim. Pemimpin sebuah tim harus peka terkait empat hal tersebut, dan harus bisa menempatkan diri pada saat berita gembira maupun berita duka. Dukungan atau simpati sekecil apapun dari pemimpin bisa menjadi perhatian yang menyentuh untuk anggota timnya.

Memberikan motivasi dan melakukan engagement kepada tim penjualan yang diberikan oleh seorang pemimpin bukanlah suatu hal yang sulit jika dilakukan dengan hati nurani dan juga analisa perilaku dari setiap anggota tim yang dipimpin, agar dapat memberikan motivasi yang tepat dan meningkatkan loyalitas dalam suatu tim.

 

Ivhan Sasmita

Direktur Lutan Edukasi


Lainnya :

comments powered by Disqus