Kompetensi Manajer Lini dalam Eksekusi Strategi


Jika kita analogikan dengan peperangan, para manajer lini adalah para komandan yang berada di garis depan. Mereka adalah orang-orang yang mengarahkan para anggota pasukannya untuk bergerak maju sesuai dengan strategi yang digariskan. Mereka perlu memotivasi orang-orang yang patah semangat. Mereka harus menyusun rencana aksi yang terinci, sambil tetap memperhatikan situasi yang dihadapi. Mereka harus mengambiil tindakan yang tegas ketika diperlukan. Pada akhirnya, kemenangan di medan pertempuran ditentukan oleh mereka. 
Seperti itulah peran para manajer lini dalam menghadapi persaingan. Mereka adalah orang-orang yang paling dekat dengan medan tempur, dan merekalah yang harus berperan aktif untuk memastikan strategi organsiasi tereksekusi secara efektif.
Tentu saja untuk mampu melakukan peran yang strategis ini, para manajer lini harus memiliki kompetensi yang sesuai. Ada lima kompetensi kunci yang harus dimiliki oleh para manajer lini untuk dapat menjadi eksekutor strategi.
1. Thinking Beyond the Horizon. Seorang manajer perlu memiliki kemampuan untuk berpikir secara proaktif untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan-perubahan eksternal di lingkungan dan internal. Ia juga perlu memiliki beberapa sasaran utama dan mengembangkan beberapa inisiatif kunci atau program-program yang harus dilakukan agar sasaran dapat tercapai. 
2. Communication and Influencing. Para manajer lini juga perlu berperan sebagai jembatan yang menghubungkan strategi yang dibentuk menjadi realisas eksekusi di lapangan. Dan kadang-kadang, implementasi strategi bukanlah sesuatu yang sederhana karena sering disertai dengan resistensi akibat penolakan terhadap perubahan. Karena itulah, kompetensi komunikasi dan mempengaruhi adalah sesuatu yang sangat penting, agar seorang manajer lini dapat memberikan pengaruh secara positif terhadap timnya. 
3. Planning and Organizing. Eksekusi strategi melibatkan pelaksanaan dari serangkaian program kerja yang sangat penting untuk pencapaian sasaran. Para manajer lini memerlukan kompetensi untuk merencanakan dan mengorganisasikan sumber daya, baik waktu, anggaran, peralatan, maupun sumber daya manusia, untuk memastikan eksekusi strategi. 
4. Making Things Happen. Tentu saja perencanaan saja tidak cukup, melainkan perlu didorong oleh motivasi berprestasi yang tinggi untuk memberikan yang terbaik. Untuk itulah seorang manajer lini tidak cukup untuk hanya memiliki rasa empati yang tinggi bagi anggota timnya. Ia juga perlu memiliki keberanian untuk bertindak, dan bila perlu mengambil tindakan yang tegas, untuk memastikan bahwa rencana kerja dapat tereksekusi tepat waktu, tepat biaya, dan tepat kualitas.
5. Engaging Talents. Pada akhirnya, eksekusi strategi yang berhasil selalu melibatkan kemampuan untuk mendapatkan hasil melalui orang lain. Kemampuan untuk memberdayakan anggota tim melalui umpan balik, evaluasi berkala, dan pengembangan kompetensi merupakan kunci keberhasilan eksekusi strategi. 

Inilah kelima kompetensi yang perlu dikuasai oleh Anda semua sebagai manajer lini untuk mendorong eksekusi strategi dalam organisasi. Ketika Anda menguasai kelima kompetensi ini, Anda akan menjadi “eksekutor” yang tangguh dalam organisasi Anda.

Lainnya :

comments powered by Disqus