Peran Manajer Lini dalam Eksekusi Strategi


Seorang manajer di sebuah perusahaan baru saja mendengar keluhan dari salah seorang pelanggannya, yang kecewa dengan kualitas produk yang diterimanya. Manajer itu langsung menanggapi bahwa ia akan menangani masalah tersebut sesegera mungkin. Tetapi pelanggan itu menanggapi, “Percuma lah. Saya sudah ceritakan masalah ini beberapa ke karyawan Anda, tetapi tetap tidak ada perubahan.”

Mendengar hal tersebut, manajer itu langsung mengambil tindakan. Ia merekam keluhan yang disampaikan oleh pelanggan tersebut dan menunjukkannya kepada 50 orang karyawan dalam sebuah pertemuan. Sebagian besar dari mereka terkejut. Rupanya keluhan pelanggan tersebut selama ini tidak ditindak-lanjuti dan hanya diketahui oleh beberapa orang tertentu saja. Ketika video itu diputar, mereka semua baru menyadari bahwa persepsi mereka selama ini keliru. Mereka berpikir bahwa produk mereka berkualitas tinggi, padahal para pelanggan memiliki pandangan yang sama sekali berbeda. 
Dan video itu tidak diputar hanya satu kali, melainkan beberapa kali dalam berbagai kesempatan, sampai akhirnya hampir semua karyawan menyadari bahwa mereka harus keluar dari “zona nyaman” mereka selama ini. Manajer itu lalu mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan memastikan kepuasan pelanggan. 
Itulah contoh tindakan seorang manajer yang mengeksekusi strategi. Ia melihat bahwa strategi perusahaannya adalah memberikan produk yang menjamin kepuasan pelanggan, tetapi fakta yang dihadapinya di lapangan sangatlah berbeda. Ia menghadapi pelanggan yang sama sekali tidak puas dengan produk yang diterimanya. Ini berarti bahwa strategi perusahaannya tidak berjalan. Dan ia pun tidak berdiam diri, melainkan mengambil tindakan untuk mengeksekusi strategi.
Semua organisasi memerlukan para manajer lini yang seperti ini. Banyak organisasi memiliki strategi yang bagus, yang didasari oleh analisis eksternal dan internal yang mendalam, serta disertai grand design yang indah. Sayangnya, semua itu hanya ada di atas kertas dan tidak terwujud di lapangan. Semua orang bekerja seperti biasa dan tidak ada dorongan untuk mencapai yang lebih tinggi. Dan bahkan, sebagian besar mungkin tidak mehamai strategi organisasinya. 
Di sinilah para manajer lini memiliki peran yang besar. Mereka adalah ujung tombak organisasi yang berada di garis depan dalam persaingan. Mereka adalah para komandan di medan perang, yang perlu menganalisa situasi di lapangan, merencanakan taktik serta mengkomunikasikannya, membangkitkan semangat semua anggota timnya untuk bergerak maju, serta mengambil langkah-langkah tindakan yang tegas untuk memastikan strategi dilaksanakan seperti yang diharapkan. 
Intinya, untuk mengeksekusi strategi, para manajer tidak dapat bersikap business as usual. Mereka perlu memperlengkapi diri dengan satu set kompetensi yang spesifik yang diperlukan untuk mengeksekusi strategi. Kompetensi inilah yang memungkinkan mereka untuk menjadi eksekutor yang unggul.
 
Catatan: Cerita di atas diadaptasi dari The Heart of Change oleh John P. Kotter dan Dan S. Cohen.

Lainnya :

comments powered by Disqus