Implementasi E-Learning Pada Sebuah Organisasi


Written by Nurhakim Arif

 


Saat ini, banyak perusahaan-perusahaan besar, universitas dan lembaga-lembaga non-profit telah melirik pada e-Learning, meskipun banyak dari mereka yang belum menggunakannya. Pertimbangan tersebut bukan tidak beralasan, e-Learning telah teruji lebih efektif dibandingkan dengan pelatihan tatap muka, Survey yang dilakukan Gartner menunjukkan bahwa ternyata efektifitas e-learning tidak jauh berbeda dibandingkan dengan pelatihan tatap muka, bahkan e-learning dinilai lebih cost-effective dan jauh lebih efisien dalam penggunaan waktu belajar. Pertanyaan yang kemudian timbul adalah “Bagaimana Saya dapat menerapkan e-Learning pada organisasi/perusahaan Saya ?”.

Yang pertama harus dilakukan adalah melakukan riset dan perencanaan. Anda memulai tahap ini dengan mempelajari organisasi Anda sebanyak-banyaknya. Kelompokkan user atau trainee yang ada pada organisasi Anda. Pada tahap ini Anda harus memperhatikan hal-hal yang bersifat teknis. Setelah itu rancang sebuah timeline dari seluruh pekerjaan. Konfirmasikan timeline tersebut dengan pihak manajemen untuk kemudian ditentukan resource (meliputi biaya dan sumber daya manusia) yang dibutuhkan untuk proyek tersebut.  Pada proses ini Anda juga dituntut untuk mempunyai kemampuan mengelola sebuah proyek, pengetahuan tentang e-Learning secara umum, dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan lingkungan Anda, mintalah bantuan orang atau perusahaan dengan kemampuan tersebut untuk membantu Anda.

Berdasarkan informasi yang terkumpul dari tahap sebelumnya, maka Anda dapat memilih LMS yang Anda butuhkan. Buat daftar kebutuhan untuk LMS Anda dengan mengkategorikannya menjadi 3: fitur yang harus ada, fitur penting, dan fitur tambahan. Setelah daftar tersebut selesai Anda dapat langsung mencari vendor LMS dengan menggunakan, Search Engine, mencari di eBooks dan Buyer’s Guide yang ada, atau langsung menghubungi vendor LMS tersebut secara langsung. Berikutnya, buatlah matrix kebutuhan Anda vs. fitur-fitur yang ada pada LMS dari vendor-vendor tersebut. Anda akan mendapatkan daftar yang lebih pendek dengan menggunakan metode ini. Hubungi vendor-vendor tersebut, jelaskan kepada mereka kebutuhan Anda dan mintalah perkiraan biaya untuk LMS yang Anda inginkan, Anda dapat menghapus dari daftar vendor yang terlalu mahal.

Selanjutnya, Anda dapat melihat web demo LMS dari vendor yang tersisa untuk kemudian didiskusikan dengan tiap bagian bagaimana LMS tersebut seharusnya dan akan berjalan pada organisasi Anda. Kumpulkan feedback dari mereka dan kemudian tentukan LMS mana yang akan Anda gunakan sesuai hasil riset, feedback, dan persetujuan manajemen. Dokumentasikan kebutuhan Anda dan kirim ke vendor yang telah ditentukan dan mintalah formal quotation untuk melakukan pembelian LMS tersebut. Setup hardware yang dibutuhkan dengan dibantu staff IT Anda, install LMS pada server yang telah disediakan, buat sample course. Dan pastikan course tersebut berjalan pada LMS yang telah Anda install. Desain sebuah rencana promosi dengan bagian Marketing Anda, dan terakhir test course-course dengan bantuan co-workers dan kelompok-kelompok yang ada.

Setelah LMS berjalan, evaluasikan LMS Anda dengan memperhatikan bahwa penyelesaian course tidak harus selalu sama dengan kesuksesan program eLearning. Anda harus melakukan polling terhadap user dan manajemen secara terus menerus untuk mendapatkan feedback tentang e-Learning Anda.  Pastikan Anda melakukan evaluasi terhadap program e-Learning Anda dengan mengukur tingkat efektifitas e-Learning dan melakukan evaluasi e-Learning dengan menggunakan Model Kirkpatrick. Selain itu, cobalah untuk memonitor user yang mengakses LMS dan perhatikan trendnya, Apakah hanya beberapa departemen saya yang login ke LMS? Apakah mereka hanya mengakses pada waktu-waktu tertentu? Apakah ada beberapa course yang tidak aktif?  Apakah content-nya up-to-date ? Apakah ada masalah teknis ? cari tahu penyebabnya dan tentukan solusinya. Dengan informasi tersebut lakukan pembenahan-pembenahan LMS baik dari sisi content maupun dari segi teknisnya. Tulis laporannya dan laporkan ke manajemen untuk kemudian diambil tindakan konkritnya.


Lainnya :

comments powered by Disqus